<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6866228362028093256</id><updated>2011-04-21T12:05:14.945-07:00</updated><category term='Whirling Dervishes'/><category term='Rumi'/><category term='Rumi&apos;s Beautiful Poems'/><title type='text'>Rosa Mystica</title><subtitle type='html'>Mistikus Cinta Illahi Mevlana Jalaluddin Rumi</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://thesufism.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6866228362028093256/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thesufism.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>rosa mystica</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14834883353836773114</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_zPfYwFkIPDM/SV3h5HBIbUI/AAAAAAAAABo/xVPD0amzvIY/S220/yasmin.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>3</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6866228362028093256.post-8127786568500758313</id><published>2008-12-30T20:45:00.000-08:00</published><updated>2009-01-02T02:20:44.364-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Whirling Dervishes'/><title type='text'>Whirling Dervishes : Tarian Atas Nama Cinta</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_zPfYwFkIPDM/SV3kbqnVrTI/AAAAAAAAACI/gxeDNgfVmiQ/s1600-h/ekstase.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 191px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_zPfYwFkIPDM/SV3kbqnVrTI/AAAAAAAAACI/gxeDNgfVmiQ/s200/ekstase.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286632701549718834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;The Whirling Dervish Dance atau Tarian Sama' (tarian langit)                 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;Sama' bukanlah sembarang tarian, melainkan tarian yang memuat konsep spiritual didalamnya. Samâ' bisa dikatakan sebagai sebuah metode intuitif untuk membimbing setiap Individu untuk membuka jalan jiwanya menuju Tuhan. Ketika akal pikiran tak sanggup lagi menjangkau Tuhan, maka metode semacam ini ditempuh. Lewat sama', para dervishes atau darwis melakukan perjalanan &lt;em&gt;mistis spiritual&lt;/em&gt; menuju kesempurnaan, untuk &lt;em&gt;meleburkan jiwanya dengan Tuhan&lt;/em&gt;. Dengan membuang segala ego, menghampiri kebenaran hingga tiba di gerbang kesempurnaan. Setelahnya, mereka kembali lagi sebagai seorang dengan tingkat kesempurnaan yang meningkat, sehingga mampu menebar cinta kepada seluruh makhluk ciptaan Tuhan tanpa membedakan keyakinan atau ras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bukunya yang berjudul Sufism: A Short Introduction , William C. Chittick mengatakan bahwa tujuan sama' adalah memperkuat &lt;em&gt;dzikir &lt;/em&gt;kepada Allah seraya mengobarkan api yang membakar habis segala sesuatu kecuali Dia. Bagi penari sama' , musik adalah bahasa rahasia, tanda-tanda Tuhan yang bersinar dan dapat didengar. Ketika mendengar bahasa rahasia tersebut, jiwa manusia mengingat tempat kediaman asalnya, yakni hari ketika Tuhan mengadakan perjanjian dengan Adam dan keturunannya, dengan mengatakan, “Alastu bi rabbikum?”. “Bukankah Aku Tuhanmu?”, yang dijawab oleh mereka dengan: “ Ya! kami bersaksi .” (QS. 7:172).                  &lt;p align="justify"&gt;Setidaknya ada tiga unsur penting yang menjadi karakteristik sama': pikiran, hati (lewat ekspresi perasaan, puisi dan musik), dan tubuh (dengan menggerakan kehidupan lewat putaran). &lt;/p&gt;                 &lt;p align="justify"&gt;Terdapat rahasia tersembunyi dalam sama'. Musik dan tari, masing-masing menyimpan muatan spiritual. Musik yang mengiringi merupakan media untuk membangkitkan gairah kalbu untuk mengingat Tuhan, yang bisa mengantarkan manusia ke dalam keadaan &lt;em&gt;mabuk &lt;/em&gt;(keadaan dimana manusia merasakan cinta kepada Allah sedemikian besarnya, sehingga mereka ingin segera bertemu dengan Allah), kepada asal mereka sendiri dalam ‘ketiadaan'. &lt;/p&gt;                 &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Dari sudut pandang sains&lt;/em&gt;, segala sesuatu yang ada di alam semesta ini dibangun dari kumpulan partikel atom. Di dalam atom terdapat elektron yang berputar mengitari intinya. Jika kita kaitkan, sesungguhnya seluruh benda di alam semesta ini dalam keadaan berputar. Hakikatnya manusia berputar karena ada atom di tubuhnya yang berputar menggerakkan sel sehingga darah dapat beredar. Kehidupan manusia pun berputar melewati beberapa fase. Dari tanah berputar melewati berbagai fase hidup, akhirnya kembali lagi menuju tanah. Demikian juga planet-planet berputar mengitari matahari. &lt;/p&gt;                 &lt;p align="justify"&gt;Dalam sama', putaran tubuh mengibaratkan elektron yang bertawaf mengelilingi intinya menuju sang Maha Kuasa. Harmonisasi perputaran di alam semesta, dari sel terkecil hingga ke sistem tata surya, dimaknai sebagai keberadaan Sang Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Asal Tarian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_zPfYwFkIPDM/SVr7007ZQUI/AAAAAAAAABg/Nfg1DS4tOBA/s1600-h/whirling1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 384px; height: 143px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_zPfYwFkIPDM/SVr7007ZQUI/AAAAAAAAABg/Nfg1DS4tOBA/s320/whirling1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285813997652230466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Turki atau Konya adalah kota dimana &lt;strong&gt;Mawlana Jalaluddin Rumi &lt;/strong&gt; memulai ajaran ajarannya. Dan disinilah Thariqat Mawlawiyah berkembang. Jalaluddin Rumi mendapatkan nama “Rumi” dari kota ini, yang dulunya bernama “Rum” atau “ Rome ”. &lt;/p&gt;                 &lt;p align="justify"&gt;Sampai saat ini pun, tarian whirling masih sangat berkembang di Turki. Dan menjadi salah satu nilai sejarah budaya bangsa mereka.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Mawlana Jalaludin Rumi &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p align="justify"&gt;Sama', tarian sakral yang pertama kali diajarkan oleh Maulana Jalaluddin Rumi (1207-1273), sang penyair-sufi agung asal Persia. Sama’ adalah upacara atau ritual yang diadakan sebagai pengantar para penari kepada sublimasi antara makhluk dengan Penciptanya. Upacara ini berisi adab-adab yang masing-masing mengandung makna.&lt;/p&gt;                 &lt;p align="justify"&gt;Tarian mistis yang penuh simbolisme ini pertama kali menginspirasi Rumi setelah kehilangan guru spiritual yang sangat dicintainya, Syamsuddin Tabrizi. Ia adalah seorang darwis misterius yang bagaikan magnet mampu menyedot seluruh perhatian Rumi, hingga orientasi spiritual Rumi berubah secara dramatis, dari seorang teolog dialektis menjadi seorang penyair-sufi. Kemisteriusan Syams membuat putera Rumi menyepadankannya dengan &lt;em&gt;Khidr&lt;/em&gt;. &lt;/p&gt;                 &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.haqqanirabbani.asia/images/rumi1.jpg" width="244" height="321" /&gt;&lt;br /&gt;              &lt;span class="style47"&gt;&lt;em&gt;Lukisan Rumi &amp;amp; Shalahuddin Faridun Zarkub oleh Omar Faruk Atabek &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                                 &lt;p align="justify"&gt;Dikisahkan di suatu pagi, seorang pandai besi yang juga darwis bernama Shalahuddin Faridun Zarkub menempa besinya. Pukulan itu kontan membuat &lt;strong&gt;Rumi &lt;/strong&gt; menari hingga mencapai keadaan ekstase. Lalu secara spontan dari mulut &lt;strong&gt;Rumi &lt;/strong&gt;mengalir ujaran-ujaran mistis dalam bentuk puisi. &lt;/p&gt;                &lt;p align="justify"&gt;Selanjutnya, Shalahuddin dijadikan &lt;strong&gt;Rumi &lt;/strong&gt; sebagai khalifah (wakil) untuk menggantikan posisi Syams, tempat ia mencurahkan gagasan dan perasaannya. Setelah melembaga, tarian ini sering dilakukan &lt;strong&gt;Rumi &lt;/strong&gt; selepas shalat Isya di jalanan kota Konya, diikuti para darwis lainnya. Acara terakhir biasanya ditutup dengan pembacaan ayat suci Al-Quran. &lt;/p&gt;                 &lt;p align="justify"&gt;Bagi &lt;strong&gt;Rumi &lt;/strong&gt;menari adalah Cinta. Dan &lt;strong&gt;Rumi &lt;/strong&gt; tak berhenti menari karena ia tak pernah berhenti mencintai Tuhan. Hingga tiba saatnya di suatu senja 17 Desember 1273, ia dipanggil Sang Maha Kuasa dalam keadaan diliputi Cinta Ilahi. &lt;/p&gt;                 &lt;p align="justify"&gt;Setelah wafatnya &lt;strong&gt;Rumi &lt;/strong&gt;, tarekat Maulawiyah (beserta ritual samâ'-nya) berlanjut terus di bawah pimpinan Syaikh Husamuddin Hasan bin Muhammad, salah seorang sahabat karibnya, yang juga dijadikan &lt;strong&gt;Rumi &lt;/strong&gt; sebagai khalifah setelah kepergian Shalahuddin. Husamuddin adalah orang yang memberinya dorongan dan inspirasi sehingga lahirlah sebuah karya yang menjadi magnum opus &lt;strong&gt;Rumi &lt;/strong&gt;, yakni Matsnâwî . Kitab ini terdiri dari enam jilid dan berisi 25.000 untaian bait bersajak. &lt;/p&gt;                                  &lt;p align="justify"&gt;Terpesona dengan kandungan dari karya tersebut, seorang orientalis Inggris bernama R.A Nicholson –yang menghabiskan hampir seluruh hidupnya untuk mengkaji karya Rumi– mengatakan, Matsnâwî adalah sungai besar yang tenang dan dalam, mengalir melalui banyak dataran yang kaya dan beragam menuju samudera tak bertepi. Matsnâwî di mata para pengikut Rumi dianggap sebagai uraian makna batin Al-Quran. Sementara Abdurahman Jami –penyair asal Persia– menyebutnya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Al-Quran dalam bahasa Persia.” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                 &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.haqqanirabbani.asia/images/whirling4.jpg" width="400" height="290" /&gt;&lt;br /&gt;              &lt;span class="style52"&gt;Lukisan Tekke di Istambul pada abad 18&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;“Tatkala gendang ditabuh, serta merta sebuah rasa ekstase merasuk laksana buih yang meleleh dari debur sang ombak.”, &lt;/strong&gt;begitu senandung Rumi. &lt;/p&gt;                 &lt;p align="justify"&gt;Setelah Husamuddin wafat, tarekat Maulawiyah berlanjut di bawah kepemimpinan putera tertua Rumi, Sultan Walad. Di tangan puteranyalah tarekat ini terorganisir dengan baik, hingga ajaran ayahnya tersebut menyebar ke seluruh penjuru negeri. &lt;/p&gt;                 &lt;p align="justify"&gt;Tarekat Maulawiyah di Barat lebih dikenal dengan sebutan ‘The Whirling Dervishes' (darwis-darwis yang berputar), mengambil nama dari ciri utama tarekat ini. Selain di Eropa, kini tarekat Maulawiyah sudah merambat ke dataran Amerika hingga ke benua Asia. &lt;/p&gt;                                  &lt;p align="justify"&gt;Rumi menyebut samâ' sebagai simbolisme kosmos, sebuah misteri yang sedang menari. Putaran tubuh adalah tiruan alam raya, seperti planet-planet yang berputar. Posisi tangan yang membentang secara simbolik menunjukkan bahwa hidayah Allah diterima oleh telapak tangan kanan yang terbuka ke atas, lalu disebarkan ke seluruh makhluk oleh tangan kiri. Ini merepresentasikan sebuah penyerahan dan penyatuan dengan Tuhan. &lt;/p&gt;                                                  &lt;p style="text-align: left;" class="style48"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Teknik Tarian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;                 &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;Setiap atom menari di darat atau di udara&lt;br /&gt;Sadari baik-baik, seperti kita, ia berputar-putar tanpa henti di sana&lt;br /&gt;Setiap atom, entah itu bahagia atau sedih,&lt;br /&gt;Putaran matahari adalah ekstase yang tak terperikan&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Rumi                &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;                 &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.haqqanirabbani.asia/images/rumi.jpg" width="263" height="400" /&gt;&lt;br /&gt;              &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span class="style52"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Satu-satunya lukisan Mawlana Jalaludin Rumi&lt;/span&gt;                   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;                 &lt;p align="justify"&gt;Shalawat disenandungkan, gendang mulai bertabuh, seruling ney mulai ditiup. Sekelompok darwis mengenakan atribut yang seragam. Topi yang memanjang ke atas, jubah hitam besar, baju putih yang melebar di bagian bawahnya seperti rok, serta tanpa alas kaki. Mereka membungkukkan badan tanda hormat lalu mulai melepas jubah hitamnya. Posisi tangan mereka menempel di dada, bersilang mencengkram bahu. Di tengah-tengah mereka tampak seorang Syaikh, yang berperan sebagai pemimpin. Jubah hitam tetap ia kenakan. Ia maju mengambil tempat. Kini giliran syaikh tersebut membungkukkan badannya pada darwis lainnya, mereka pun balas menghormat. &lt;/p&gt;                 &lt;p align="justify"&gt;Sekelompok darwis itu kemudian membentuk barisan. Satu per satu maju. Setelah sang pemimpin memberi restu, maka ritual pun dimulai. &lt;/p&gt;                 &lt;p align="justify"&gt;Tangan-tangan masih menyilang di bahu. Kaki-kaki yang telanjang mulai merapat. Lalu dimulailah gerakan berputar yang lambat, dengan tumit kaki dijadikan sebagai tumpuan secara bergantian, sementara kaki yang satunya sebagai pemutar. Perlahan-lahan tangan dilepas dari bahu dan mulai terangkat. Gerakan tangan yang anggun itu berangsur membentuk posisi horizontal. Telapak tangan kanan menghadap ke atas, yang kiri ke bawah. &lt;/p&gt;                 &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.haqqanirabbani.asia/images/whirling6.jpg" width="400" height="302" /&gt;&lt;br /&gt;              &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span class="style52"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lukisan whirling dervishes di tekke di Konstantinopel pada abad 18&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                                 &lt;p align="justify"&gt;Semakin lama gerakan semakin cepat, selaras dengan ketukan irama yang mengiringinya. Mata-mata itu nampak semakin sayu, sebagian terpejam. Kepala mereka semakin condong ke salah satu pundaknya. Semakin cepat putaran, rok-rok putih yang mereka kenakan semakin mengembang sempurna laksana payung yang terbuka. Orang-orang itu semakin larut. Suasana magis seolah tercipta. &lt;/p&gt;                 &lt;p align="justify"&gt;Gendang belum berhenti bertabuh, &lt;em&gt;ney&lt;/em&gt; masih mengalun syahdu. Tanpa isyarat dari sang pemimpin ritual untuk berhenti, mereka akan terus melambung dalam keadaan ekstase. &lt;/p&gt;                 &lt;p align="justify"&gt;Posisi tangan yang membentang secara simbolik menunjukkan bahwa hidayah Allah diterima oleh telapak tangan kanan yang terbuka ke atas, lalu disebarkan ke seluruh makhluk oleh tangan kiri. Ini merepresentasikan sebuah penyerahan dan penyatuan dengan Tuhan. &lt;/p&gt;                 &lt;p align="justify"&gt;Atribut yang dikenakan juga merupakan metafora yang menyimpan makna. Topi Maulawi –yang biasanya berwarna merah atau abu-abu– melambangkan batu nisan ego, jubah hitam sebagai simbol alam kubur yang ketika dilepaskan melambangkan kelahiran kembali menuju kebenaran, baju putih adalah kain kafan yang membungkus ego, dan ney melambangkan jiwa yang dinafikan dari diri, digantikan dengan Jiwa Ilahi. Seruling buluh ini juga melambangkan terompet yang ditiupkan malaikat di hari kebangkitan untuk menghidupkan kembali orang yang mati. Karpet merah yang biasa diduduki oleh sang syaikh melambangkan keindahan matahari dan langit senja, yang waktu itu menghiasi kepergian Rumi untuk selamanya. &lt;/p&gt;                 Akhirnya kita saksikan sang pemimpin mulai berdiri. Tabuhan gendang terdengar dipercepat, seiring itu putaran tubuh pun semakin kencang. Kemudian syaikh itu memberikan isyarat untuk berhenti. Seketika itu musik dan para penari pun berhenti. Dan pertunjukan pun berakhir. Tanpa tepuk tangan, karena sama' bukanlah sebuah pagelaran seni.                  &lt;p align="justify"&gt;Dengan berputarnya tubuh yang berlawanan dengan arah jarum jam, para penari merangkul kemanusiaan dengan cinta. Manusia diciptakan dengan Cinta untuk mencinta. &lt;strong&gt;“Semua cinta adalah jembatan menuju Cinta. Siapa saja yang tak merasakannya tak akan tahu,” &lt;/strong&gt; demikian kata &lt;strong&gt;Rumi &lt;/strong&gt;. &lt;/p&gt;                 &lt;p align="justify"&gt;Makam &lt;strong&gt;Rumi &lt;/strong&gt; di Konya dikelola oleh pemerintah Turki sebagai obyek wisata. Setiap tahunnya, terutama antara tanggal 2-17 Desember, ribuan peziarah dari delapan penjuru mata angin berkunjung, menyaksikan para pengikut Maulawi berputar untuk memperingati “malam penyatuan”, malam di mana sang guru tercinta wafat. &lt;/p&gt;                 &lt;p align="justify"&gt;Mausoleum Konya menyimpan kenangan. Saksi bisu sejarah tatkala ujaran sang penyair agung mengisi lembar peradaban luhur Islam melalui karya estetisnya, menjadi sumber inspirasi yang membakar jiwa para pecinta di segenap penjuru dunia. &lt;/p&gt;                                                                  &lt;p align="justify"&gt; Dengan berputarnya tubuh yang berlawanan dengan arah jarum jam, para penari merangkul kemanusiaan dengan cinta.&lt;/p&gt;                 &lt;p align="justify"&gt;Bahwa Tuhan menciptakan dan memberikan Cinta itu menjadi sebuah inti dari semua cinta, yang dapat menghilangkan semua batasan (batasan baik itu agama, budaya, ataupun ras). Di antara semua makhlukNya. Sehingga mereka dapat mencintai semua mahkluk manusia, dan mencintai mahkluk yang lain. Dan itu dapat menjadi sebuah obat untuk menyembuhkan penyakit individualis dan egoism dalam diri manusia.&lt;/p&gt;                 &lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.haqqanirabbani.asia/images/whirling5.jpg" width="343" height="400" /&gt;&lt;br /&gt;              &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span class="style52"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lukisan abad 17 yang menunjukan upacara dervish di India&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p align="justify"&gt;Dan Rumi telah menterjemahkan itu semua dalam kesempurnaan bentuk, baik secara ucapan dalam bentuk puisi dan tarian Sema dalam putaran jasad. Untuk dirinya merasakan cinta itu, dan membagikan cinta itu kepada makhluknya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/NKEItegftb8&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/NKEItegftb8&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6866228362028093256-8127786568500758313?l=thesufism.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thesufism.blogspot.com/feeds/8127786568500758313/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://thesufism.blogspot.com/2008/12/whirling-dervishes-tarian-atas-nama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6866228362028093256/posts/default/8127786568500758313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6866228362028093256/posts/default/8127786568500758313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thesufism.blogspot.com/2008/12/whirling-dervishes-tarian-atas-nama.html' title='Whirling Dervishes : Tarian Atas Nama Cinta'/><author><name>rosa mystica</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14834883353836773114</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_zPfYwFkIPDM/SV3h5HBIbUI/AAAAAAAAABo/xVPD0amzvIY/S220/yasmin.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_zPfYwFkIPDM/SV3kbqnVrTI/AAAAAAAAACI/gxeDNgfVmiQ/s72-c/ekstase.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6866228362028093256.post-8691683731745982038</id><published>2008-12-30T20:02:00.000-08:00</published><updated>2009-01-02T02:37:22.187-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rumi'/><title type='text'>Syair Jalaluddin Rumi</title><content type='html'>&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 3.0  (Win32)"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	--&gt; 	&lt;/style&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Mana yang lebih berharga  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Kerumunan beribu orang atau kesendirian sejatimu?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Kebebasan atau kuasa atas seluruh negeri?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Sejenak, sendiri dalam bilikmu akan terbukti lebih berharga daripada segala hal lain yang mungkin kau terima&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;.....................................................................................................................................................................&lt;/p&gt;&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 3.0  (Win32)"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	--&gt; 	&lt;/style&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Oh Tuhan  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Telah kutemukan cinta!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Betapa menakjubkan, betapa hebat, betapa indahnya!...&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Kuhaturkan puja-puji&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Bagi gairah yang bangkit&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Dan menghiasi alam semesta ini&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Maupun segala yang ada di dalamnya!&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;...............................................................................................................................................................&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 3.0  (Win32)"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	--&gt; 	&lt;/style&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Ketika engkau merasa bergairah&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Cari tahu sebabnya &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Itulah tamu yang tak kan pernah kau salami dua kali&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;..............................................................................................................................................................&lt;/p&gt;&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 3.0  (Win32)"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	--&gt; 	&lt;/style&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Adakalanya dengan tujuan menolong&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Dia membuat kita sengsara&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Tapi kepiluan hati &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;demi Dia&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Membawa kebahagiaan&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Senyum akan datang,&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Sesudah air mata&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Siapapun yang meramalkan ini adalah hamba yang diberkati Tuhan&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Dimana pun air mengalir, hidup akan makmur&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Dimana pun air mata berderai, Rahmat Ilahi diperlihatkan&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;.........................................................................................................................................................&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 3.0  (Win32)"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	--&gt; 	&lt;/style&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Pilihlah cinta.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Ya, cinta!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Tanpa manisnya cinta,&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Hidup ini adalah beban&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Tentu engkau telah merasakannya&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;.......................................................................................................................................................&lt;/p&gt;&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 3.0  (Win32)"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	--&gt; 	&lt;/style&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Hati yang kacau&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Tak dapatkan kesenangan hidup&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Dalam kebohongan.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Air dan minyak  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Tak dapat menyalakan cahaya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Hanya perkataan yang benar membawa kesenangan hidup&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Kebenaran adalah umpan yang sangat memikat hati&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;.................................................................................................................................................&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 3.0  (Win32)"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	--&gt; 	&lt;/style&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Pergilah ke pangkuan Tuhan,&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Dan Tuhan akan memelukmu dan menciummu, dan menunjukkan&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Bahwa Ia tidak akan membiarkanmu lari dari Nya&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Ia akan menyimpan hatimu dalam hati Nya  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Siang dan malam&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;.......................................................................................................................................................&lt;/p&gt;&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 3.0  (Win32)"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	--&gt; 	&lt;/style&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Kesabaranku mati pada malam ketika Cinta lahir!&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;.....................................................................................................................................................&lt;/p&gt;&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 3.0  (Win32)"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	--&gt; 	&lt;/style&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Dari anggur cinta, Tuhan menciptaku!&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;...................................................................................................................................................&lt;/p&gt;&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 3.0  (Win32)"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	--&gt; 	&lt;/style&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Barang siapa menjadi mangsa cinta, mana mungkin dia menjadi mangsa Sang Maut?&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;..................................................................................................................................................&lt;/p&gt;&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 3.0  (Win32)"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 		A:link { so-language: zxx } 	--&gt;&lt;/style&gt;&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 3.0  (Win32)"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	--&gt; 	&lt;/style&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Hari perpisahan lebih panjang daripada Hari kebangkitan&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Dan maut lebih cantik daripada derita perpisahan&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;..................................................................................................................................................&lt;/p&gt;&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 3.0  (Win32)"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	--&gt; 	&lt;/style&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Aku boleh mati, tetapi gairahku kepada Mu tak kan pernah mati&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;...................................................................................................................................................&lt;/p&gt;&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 3.0  (Win32)"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	--&gt; 	&lt;/style&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Telah kupalingkan hatiku dari dunia dan segala kesenangannya&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Kau dan hatiku bukanlah dua wujud yang berpisah&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Dan tak pernah kelopak mataku menutup di dalam lelap&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Kecuali kutemukan Kau antara mata dan bulu mataku&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;..................................................................................................................................................&lt;/p&gt;&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 3.0  (Win32)"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	--&gt; 	&lt;/style&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Mereka tahu pasti bahwa aku sedang jatuh cinta&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Tetapi mereka tak tahu siapa yang kucintai&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;................................................................................................................................................&lt;/p&gt;&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 3.0  (Win32)"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	--&gt; 	&lt;/style&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Hatiku mencintaimu sepanjang hidupku, dan ketika aku mati&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Maka tulang-tulangku, kendati hancur, mencintai Mu dalam debu&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;................................................................................................................................................&lt;/p&gt;&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 3.0  (Win32)"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	--&gt; 	&lt;/style&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Hari ini aku lupa sembahyang karena cintaku yang meluap-luap&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Dan aku tak tahu lagi pagi atau malamkah sekarang&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Karena ingatan pada Mu , wahai Tuhan, adalah makanan dan minumanku&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Dan wajah Mu, saat aku melihat Nya, adalah obat penderitaanku&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;....................................................................................................................................................&lt;/p&gt;&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 3.0  (Win32)"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	--&gt; 	&lt;/style&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Aku adalah Dia yang kucintai dan  &lt;/p&gt;         &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;Dia yang kucintai adalah aku&lt;/p&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6866228362028093256-8691683731745982038?l=thesufism.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thesufism.blogspot.com/feeds/8691683731745982038/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://thesufism.blogspot.com/2008/12/karakterisrik-sufisme-jalaluddin-rumi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6866228362028093256/posts/default/8691683731745982038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6866228362028093256/posts/default/8691683731745982038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thesufism.blogspot.com/2008/12/karakterisrik-sufisme-jalaluddin-rumi.html' title='Syair Jalaluddin Rumi'/><author><name>rosa mystica</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14834883353836773114</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_zPfYwFkIPDM/SV3h5HBIbUI/AAAAAAAAABo/xVPD0amzvIY/S220/yasmin.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6866228362028093256.post-3894914970663097598</id><published>2008-12-30T19:53:00.000-08:00</published><updated>2009-01-02T02:42:08.180-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rumi&apos;s Beautiful Poems'/><title type='text'>Karya-Karya Rumi</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:180%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:180%;" &gt;AKU ADALAH KEHIDUPAN KEKASIHKU&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dapat aku lakukan, wahai ummat Muslim?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak mengetahui diriku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bukan Kristen, bukan Yahudi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bukan Majusi, bukan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan dari Timur, maupun Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan dari darat, maupun laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan dari Sumber Alam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bukan dari surga yang berputar,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan dari bumi, air, udara, maupun api;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan dari singgasana, penjara, eksistensi, maupun makhluk;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan dari India, Cina, Bulgaria, Saqseen;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan dari kerajaan Iraq, maupun Khurasan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan dari dunia kini atau akan datang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;surga atau neraka;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan dari Adam, Hawa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;taman Surgawi atau Firdaus;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempatku tidak bertempat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jejakku tidak berjejak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik raga maupun jiwaku: semuanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adalah kehidupan Kekasihku ...&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:180%;" &gt;--------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:180%;" &gt;DIA TIDAK DI TEMPAT LAIN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Salib dan ummat Kristen, ujung ke ujung, sudah kuuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tidak di Salib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pergi ke kuil Hindu, ke pagoda kuno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada tanda apa pun di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menuju ke pegunungan Herat aku melangkah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan ke Kandahar Aku memandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tidak di dataran tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maupun dataran rendah. Dengan tegas,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku pergi ke puncak gunung Kaf (yang menakjubkan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana cuma ada tempat tinggal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(legenda) burung Anqa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pergi ke Ka'bah di Mekkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tidak ada di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menanyakannya kepada Avicenna (lbnu Sina) sang filosuf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia ada di luar jangkauan Avicenna ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melihat ke dalam hatiku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di situlah, tempatnya, aku melihat dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tidak di tempat lain.&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:180%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:180%;" &gt;AKAN JADI APA DIRIKU?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku terus dan terus tumbuh seperti rumput;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku telah alami tujuhratus dan tujuhpuluh bentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mati dari mineral dan menjadi sayur-sayuran;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dari sayuran Aku mati dan menjadi binatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mati dari kebinatangan menjadi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka mengapa takut hilang melalui kematian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelak aku akan mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membawa sayap dan bulu seperti malaikat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian melambung lebih tinggi dari malaikat --&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang tidak dapat kau bayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku akan menjadi itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6866228362028093256-3894914970663097598?l=thesufism.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://thesufism.blogspot.com/feeds/3894914970663097598/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://thesufism.blogspot.com/2008/12/karya-karya-rumi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6866228362028093256/posts/default/3894914970663097598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6866228362028093256/posts/default/3894914970663097598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://thesufism.blogspot.com/2008/12/karya-karya-rumi.html' title='Karya-Karya Rumi'/><author><name>rosa mystica</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14834883353836773114</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_zPfYwFkIPDM/SV3h5HBIbUI/AAAAAAAAABo/xVPD0amzvIY/S220/yasmin.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
